Minggu, 04 November 2012

Filosofi ku



Filosofi Ku

 

              Setiap individu pasti punya kepribadian dan sifat masing- masing yang berbeda.Seperti halnya saya pribadi.Saya adalah mahasiswi yang baru duduk di semester 1 bangku perkuliahan.Awalnya saya kurang tau bagaimana rasanya jadi anak perkuliahan.Setelah saya alami sendiri ternyata ada susuah dan senangnya.Susahnya banyak banget yang salah satunya yaitu banyak tugas dan hampir semua mata kuliah membuat makalah. Hmmmmmmm..... apalagi mata kuliah ku ada 12 pelajaran, capek dech...!!! hehehe...
            Tapi saya anaknya tanggung jawab akan semua tugas yang harus saya kerjakan. Meski terasa berat, tapi saya tetap berusaha semampuku untuk menyelesaikannya. Memang aku anaknya kadanng suka mengeluh, tapi aku juga sadar akan tanggung jawab ku sebagai seorang mahasiswi. Gak tau kenapa rasa takut selalu ada, jadi meski bisa tidak bisa yaaaa.... pokoknya harus bisa. Konsep ku seee yang penting kita jalani apa yang ada di depan mata  dengan sadar akan kewajiban.
           Saya anaknya juga sedikit kurangPDalias Percaya Diri.Dari dulu sampai sekarang rasa itu masih tetap ada, tapi setelahdipikir- pikir kalau begini terus kapan bisa maju.Jadi mulai saat ini aku berusaha menghilangkan rasa Tidak PD itu.
Semangat!!!
          Oyaa- oyaa... Tapi jangan salah aku anaknya penyayang,hehehe... Dan aku juga selalu berusaha mengerti keadaan orang lain. Prinsipku ingin jadi orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain, bermanfaat dalam artian hal yang baik. ya seperti dalam islam "Khoirunnas 'Anfa'uhum Linnas".
         Jadi hadapi semua dengan penuh percaya, agar masa depan terang bersama kita, karena masa depan ada ditangan diri kita masing- masing.Seperti pepatah "Berakit- rakit Kehulu Berenang- renang Ketepian, Bersakit- sakit dahulu bersenang- senang ketepian".


Kepahlawanan ( Perjuangan )


     


       
           Perjuangan Para Pemudik


Pada malam Idul Adha banyak sekali orang- orang yang tinggal Nge-kost ataupun ngontrak pulang kampung dan orang yang mempunyai kampung halaman di desa juuga ingin pulang kampung.Mereka ada yang pulang kampung dengan saudara, anak, dan istri mereka.Bahkan ada yang masih menggendong anaknya yang masih bayi.Tapi hal itu bukan menjadi penghalang untuk tidak pulang kampung.Meski begitu mereka sangat senang ketika hendak pulang kampung. Tapi sayangnya saya tidak punya kampung.Saya tau ini karena waktu mengantarkan saudara ke terminal. Mereka rindu akan sanak saudara yang ada di desa. Karena kebanyakan dari mereka biasanya pulang kampung 1 tahun sekali.Itupun kalau mereka sempat, karena pulang kampung membutuhkan banyak biaya.Untungnya saya gak punya kampung jadi gak perlu banyak biaya untuk pulang kampung.Andai saya pulang kampung pasti ribet dan gak ada biaya juga soalnya kami keluarga besar. Hehehehe ;-)

Pada malam itu mereka pada berdatangan ke terminal untuk menuju ke kampung halaman masing- masing.disana mereka menunggu antrian yang sangat panjang dan penuh , seakan- akan terminal bagaikan lautan manusia. Meski antrian itu begitu panjang, tapi mereka tetap sabar dan memperjuangkan agar bisa sampai pada kampung halaman mereka masing- masing.Meski waktu telah malam tak sedikitpun menggoyahkan hati mereka untuk menggugurkan niatnya, karena mereka sudah dinanti dan ditunggu- tunggu disana.Ada  ibu- ibu yang sedang menggendong anaknya sedang menangis karena antrian yang panjang tersebut, meski begitu mereka tetap sabar dan penuh pengorbanan untuk mampu mendapatkan bus tersebut. Mengantri bus butuh pengorbanan dan kesabaran karena satu sama lain saling berebutan naik .meski bus di terminal tersebut banyak, tapi belum mampu mengangkut para penumpang. Tujuan mereka juga berbede- beda , maka dari itu harus sabar dalam mengantri. Di terminal banyak para penumpang yang menggelar tikar untuk tiduran, karena capek. Bahkan ada yang mengambil sisa kardus untuk tidur. Hal itu tidak membedakan seseorang, meski dia Guru, Polisi, Dokter, Direktur, Kyai, dan lain- lain , karena pada dasarnya semuanya sama yaitu ingin sampai pada kampung halamannya masing- masing. Oleh karenanya butuh kesabaran dan pengorbanan.Pengorbanan itu bagi para orang tua yang harus melindungi anak- anaknya dari sesuatu apapun yang mengganggunya.Dan kesabaran itu perlu agar kita tidak mudah marah dalam antrian tersebut yang begitu panjang.Setelah antri yang cukup panjang dan begitu lama, para antrian sedikit demi sedikit berkurang. Tapi perjuangan, pengorbanan , dan kesabaran tidak hanya di terminal tapi didalam bus juga perlu bersikap tersebut. Suasana didalam bus kabanyakan main enaknya sendiri tanpa peduli orang lain. Dan tidak lama jurusan yang mereka tuju telah sampai.

Meski di terminal panas, payah, susah, dan ramai mereka tetap sabar dan penuh perjuangan serta pengorbanan. Yang pada akhirnya mereka sampai pada tujuan kampung halaman mereka masing- masing.Dan disana mereka bisa bertemu dengan sanak saudara yang telah mereka nantikan serta sebaliknya mereka menanti kehadirannya.Bertemu sanak saudara adalah hal terindah, apalagi kalau kita lama tidak bertemu pasti begitu lebih indah. Biasakan hidup sabar dan pantang menyerah serta sikap rela berkorban bukan untuk pribadi tapi untuk orang lain, karena pada dasarnya kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan orang lain dan tidak bisa lepas dari kebutuhan.

Senin, 29 Oktober 2012

PERSAHABATAN


Persahabatan kita begitu indah

Tiada yang bisa mengalahkannya

Meski itu emas permata

Karena persahabatan kita begitu sangat berharga


Aku tak ingin persahabatn kita berakhir

Hanya karena kita jauh

Walau kita jauh

Sempatkanlah main ke rumahku

Meski itu hanya seteguk minuman

Karena aku selalu menunggumu

Dan aku ingin persahabatan kita berjalan

Hingga akhir waktu

Minggu, 21 Oktober 2012





Upah Buruh Tidak di Naikkan

     Minggu lalu ketika saya lewat depan sebuah pabrik, ternyata disitu sangat ramai dengan adanya demo para buruh. Awalnya saya kurang tau tentang masalah apa yang terjadi didalamnya. Tapi saya anaknya pnasaran dengan sesuatu yang kurang jelas,akhirnya saya bertanya kepada bapak- bapak yang menjadi salah satu buruh pabrik tersebut. Kemudian bapak itu menjawab bahwa demo terjadi karena upah para buruh yang tidak sesuai dengan hasil kerja yang mereka lakukan. Padahal kerja mereka cukup susuah payah dan berat.Mereka juga butuh kenaikan upah untuk keperluan kebutuhan keluarga mereka.
   Suasana hari itu sangat ramai, hingga mengakibatkan kemacetanan jalan. Hal inilah yang kurang saya suka, karena satu masalah mampu membawa masalah yang lain. Dari upah buruh tidak dinaikkan mengakibatkan semua orang susah dalam melaju berkendara alias macet. Menurut saya, seharusnya kepala perusahaan tersebut harus mengetahui kerja apa, serta bagaimana hasilnya. Agar mereka merasa puas akan upah yang mereka terima. Karena dari masing- masing karyawan kebanyakan sudah berkeluarga dan mereka membutuhkan biaya banyak untuk kebutuhan hidup mereka.Jadi dimohon dalam kebijakan dan keadilannya.

Selasa, 16 Oktober 2012

Kenakalan Remaja



               Di era ini zaman sudah modern dan teknologipun tidak kalah saingannya. Seperti halnya laptop, handpone,media internet, dan lain- lainnya. Salah satunya yaitu facebook, hal ini sudah tidak asing bagi kta.Dan ini juga sangat merajalela didunia remaja. Tapi sekarang tidak hanya para remaja, melainkan anak- anak pun telah mengenal bahkan mereka telah menggunakannya. Dari daerah perkotaan maupun pedesaan.Padahal hal ini mudah merusak sikap anak, karena dari facebook mereka bisa berteman dengan siapa saja dan dari daerah mana saja.Kalau pun tujuan itu baik, mungkin hanya sedikit.Misal berbagai ilmu atau pengalaman lewat facebook.Tapi kebanyakan mereka memanfaatkan kejelekan. Apalagi ada anak yang kurang tau tentang bahaya facebook, bisa- bisa dia dibohongi oleh teman lain daerah yang ada di facebook. Dan banyak negatif terjadi di dalamnya, seperti diajak ketemuan di suatu tempat lalu dia dirayu dan diperkosa bahkan dibunuh.Lah disisi inilah hal yang harus diwaspadai. Anak menjadi susah diatur karena terkena virus facebook. Ada waktu luang malah diisi dengan facebookan. Itu semua hanya sia- sia karena kita sebagai penerus bangsa harus bisa menjaga diri kita dahulu, yang kelak mampu mengayomi warga indonesia. Sesuatu yang baik itu dimulai dari perubahan diri sendiri.